
Follow friends on the app and stay updated!
Scan the QR code
Public ・ 03.09

2026.03.08 (Sun)
JUJURRRRR.. BACA CEIRTA INI KAYAK ROLLER COASTER BANGETT!! DI awal² dikasih scene yg ngerasa simpati. pembunuhan demi pembunuhan dan korbannya selalu orang tua yang punya anak or anak yg punya orang tua. Aku pikir ini cuma sekadar motif biasa yg paling cuma 'iri' atau 'trauma' ternyata aslinya lebih 👁️👄👁️ Penulisnya suka banget baca novelnya Edgar Allan Poe dan buku-buku misteri lainnya. Mungkin karena ini struktur ceritanya jelas. Meskipun konfliknya agak berat, tapi ceritanya lumayan ringan buat dicerna. Setiap balik halaman demi halaman tuh berasa penasaran terus sama kelanjutan dari siapa sih si pembunuh ini? dan apa motifnya? Well, lumayan lama untuk aku nyadar (mungkin di bab 185-an), aku mulai menyusun kejanggalan atau hint-hint yg aku dapet di scene² sebelumnya, dan ternyata.. kecurigaanku bener. Meskipun gak spesifik itu karena emang betul si pembunuh ini agak samar-samar. Dan kupikir tadi motifnya 'bully' walaupun emang ada unsur itu, tapi ternyata lebih kompleks daripada itu. Overall ceritanya menarik banget, alurnya ringan, konfliknya jelas, karakternya beneran berperan semua. Walaupun ada missed² dikit di bagian akhirnya, tapi semuanya oke. Novel ini lumayan kayak refreshing dari novel² Agatha Christie dan Keigo Higashino (kebetulan aku suka banget bacanya). Jadi buat kalian yg mau baca alur cerita detektif, tapi bahasanya mudah dan ringan, novel ini cocok banget. (✷‿✷)
Kasus-kasus paling sulit selalu menjadi kasus yang paling klise. Kasus-kasus itu terlihat sulit karena para penyidik hanya melihat bukti kejahatan, yang adalah hasil prasangka mereka, dan akhirnya mencari jawaban di tempat yang salah. Namun, sebenarnya semua sangat sederhana dan jawaban ada di sana, di tempat yang paling tidak anda harapkan, tersembunyi di balik tirai klise.
Pulixi, 2023: 191
Kalian lebih cinta Mama atau Papa? Pertanyaan sadis yang sangat universal