She takes control of her twin sister's destiny and seeks revenge to protect everything she holds dear.
Merasa tidak adil atas perintah eksekusi yang harus didapatkan oleh keluarganya, Patrizia memutuskan mengambil alih takdir saudara kembarannya, Nilla untuk menjadi Empress sesaat dia menyadari jika dia kembali ke masa lalu. Patrizia bersumpah pada dirinya sendiri tidak akan jatuh cinta kepada Emperor dan akan membalaskan dendamnya kepada Rosemonde yang membuat keluarganya dijatuhi hukuman eksekusi.
Awalnya alur manhwa ini seru karena dia mengambil alih takdir saudara kembarannya kan, tetapi seperti manhwa lainnya yang memiliki tema revenge, manhwa ini berisi banyak adegan klasik seorang Empress yang harus berusaha melawan segala rintangan yang diberikan oleh simpanan Emperor.
Patrizia selaku FL bener-bener pinter. Menurutku karakternya dia ini bisa aku bilang bahkan tanpa Emperor pun dia bisa memimpin wilayah keseluruhan. Sedangkan si Lucio, the Emperor, dia tuh bener-bener ga ngelakuin apa-apa, maksudku dia memang sebagai Emperor yang baik dan bijaksana, tetapi sebagai pasangan Empress, dia terlalu sering menyia-nyiakan Empress sampai membuat Empress sangat membencinya. Dia juga karakter yang unstable karena punya trauma dari masa kecilnya dan sering madness? di waktu-waktu tertentu. Lalu si Rosemonde ini liciknya parah tapi tolol, ga bisa mikir strategic, sukanya nyewa pembunuh bayaran buat ngebunuh Empress. But, yang bikin aku suka disini adalah hubungan antara Patrizia dan Nilla sangat hangat banget. Rasa persaudaraan mereka kuat banget dan mereka sama-sama memiliki keinginan untuk membuat satu sama lain bahagia.
Overall, manhwa ini bagus, artstyle nya aku suka tapi sempet ada perubahan di bagian 1/3 akhir dan itu keliatan banget sih. Trus bagian endingnya aku rasa terlalu terburu-buru aja. And also there are trigger warning nya ada childhood abuse sama SA ya. Jadi aku harap bijak dalam membaca.
Judul lain: From a Lady to the Queen/ Dama A Reina
Genre: Drama - Fantasy - Tragedy - Historical - Romance