baru baru ini aku denger lagi salah satu teman ada yg lesbian. dan ketika itu jadi “gossip” narasnia jadi kemana mana. fakultas A juga banyak, fakultas B juga banyak. si A katanya juga gay, si B katanya juga gay. si C apalagi, dia mendukung bahkan suka konten konten vulgar boti. aduhayy narasinya hot🔥
emang ada banyak prnganut feminisme. termasuk feminisme radikal yang seringnya dianggap “toxic feminisme”
tapi buat aku pribadi,
memang benar aku tidak membenarkan adanya lgbt ngewe dimana mana. aku tidak membenarkan lgbt ciuman ditempat umum. apalagi di indonesia.
tapi sejak kapan couple straight dibenarkan ngewe dimana mana? sejak kapan couple straight di benarkan di mana mana? apalagi di indonesia?
bagi banyak orang mungkin lgbt menyimpang agama.
bagi banyak orang mungkin lgbt menyalahi aturan sosial. apalagi di indonesia.
tapi yang jadi masalah adalah ketika lgbt itu dijadikan alat buat bullying. cap cap seperti “boti”, “gak normal” itu yang jadi masalah. cap cap seperti itu yang bikin orang orang penganut lgbt merasa bahwa tidak ada ruang, tidak ada “kesetaraan” dalam bermasyarakat.
intinya, yang tidak aku benarkan dalam konteks ini adalah bullyingnya.
menurutku, ada banyak cara selain bulliying buat ngasi tau ke penganut lgbt. contoh: edukasi.
edukasi terus menerus emang ga bakal bikin mereka langsung sadar. tapi seenggaknya kita udh berusaha buat ngasi tau dampak buruknya kepada penganut lgbt tsb. karena kadang ada banyak faktor kenapa mereka jadi lgbt. yang trauma lah, faktor keluarga, faktor lingkungan yang salah. kita gabisa ngejugde dari satu sisi aja. apalagi ketika mereka sudah “percaya” dan “yakin” kalau mereka benar. itu makin susah lagi.
kadang cara terbaik untuk ngasi tau mereka adalah mereka harus dikasi narasi logis dulu, kaya dampak buruk menurut medis lah, baru dikasi ayat ayat. misal “dampak medisnya begini begini begini, di sains juga bilang gini gini gini, dan tau ga kalau ada ayat yang juga mendukung a b c bla bla bla. itulah kenapa lgbt ga bener” gitu. atau apa kek selain bully. kaya gada cara lain aja??? ck ah emang kita butuh dr. gia nih.
sialnya, kadang agama malah sering dijadikan alat untuk bully lgbt. dan narasi agama dimata orang2 lgbt itu malah jadi membebani. that’s way, mereka kadang sebel sama narasi agama tersebut dan memilih untuk agama phobic atau sialnya mereka islamophobia (karena di indonesia sendiri yang sering begini begini malah orang muslim)
jatohnya kita bukan ngasi paham, tapi maksa mereka buat percaya. padahal kepercayaan orang itu beda beda. dan hal pemaksaan seperti itu bikin mereka makin merasa tidak diterima. dan sistem sosial juga yang membuat mereka makin marjinal.
ibarat kata kaya lu beragama islam dan lu percaya agama islam itu nyata dan ada. itu kan kepercayaan lu.
sementara ada orang dgn agama lain maksa lu buat percaya agamanya, dan ngecap kalau islam itu salah, islam itu nggak indah, islam itu menyimpang, islam itu teroris. marah ga lu? kepercayaan lu, agama lu di salah salahin, di cap teroris padahal enggak. marah ga lu? padahal aslinya mereka belum tau aja isi islam itu. seindah apa islam itu. mereka gatau.
ya sama. lgbt juga gitu. kita gatau apa yang ada di balik lgbt. faktor apa yg bikin mereka jadi lgbt.
kita belum tau aja.