전체 공개 ・ 09.27

2026.09.26 (Sat)
Di tengah carut-marut hiruk-pikuk manusia dengan kehidupannya di dunia (specifically di Indonesia), I totally understand kenapa buku ini bisa jadi salah satu buku non-fiction self-help bestseller beberapa tahun belakangan ini. I mean, kita sering banget dengar topik tentang mental health kan belakangan ini? Dan yaa, buku ini bisa banget membantu kita untuk tetap stay sane, berpikiran waras, dan rasional di tengah gempuran masalah yang menimpa kita setiap hari. I mean, semua orang hidup dengan masalahnya masing-masing. We live because we have problems. Terkadang kita terlalu berlebihan dalam menanggapi permasalahan tersebut. Worst case scenario atas masalah yang menimpa kita, 80% hanya terjadi di pikiran kita saja, namun kenyataannya belum tentu benar-benar terjadi, dan sebenarnya kita bisa banget menghadapinya. Balik lagi ke bagaimana reaksi kita aja. Aku suka bagaimana Om Piring mengenalkan konsep Filosofi Teras atau Stoisisme ke masyarakat awam Indonesia di sini. Dia berusaha menjelaskan semua teorinya dengan sangat detail beserta contoh-contohnya masing-masing. Dan di akhir pun beliau menyampaikan bahwa dirinya bukanlah seorang ahli Stoic yang memahami segala hal tentang Stoicism lewat buku ini. He’s simply introducing it to us. Buku ini menurutku merupakan an introduction atau gerbang awal untuk mengenal Stoicism dan bagaimana filosofi ini bisa membantu kita membangun pola pikir yang lebih mindful dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, dan aku sangat setuju dengan beliau. Kerendahan hati seperti ini, menurutku, hanya bisa diperlihatkan ketika seorang penulis benar-benar mencoba menerapkan Stoisisme dalam hidupnya. Dan sejauh pengalamanku dengan subjek ini, aku rasa beliau berhasil mempelajarinya dengan caranya sendiri dan kemudian mengenalkannya kepada kita dengan bahasa yang kekinian. Sure, buat sebagian orang mungkin gaya bahasa seperti ini sedikit mengganggu, but for sure it makes the material more approachable and easier to digest for a wider audience.