전체 공개 ・ 08.23

2026.08.20 (Thu)
"maybe we got married one day, but who knows? aku suka banget gimana sabahattin ali nulis tentang loneliness, love, dan dua orang yang sebenarnya saling menemukan tapi somehow tetap gagal untuk benar-benar bersama. hubungan raif dan maria tuh bukan tipe romance yang penuh dramatic confession atau grand gestures, tapi justru terasa quiet and intimate. raif sendiri juga menarik banget. he's such a quiet, passive character, sampai kadang aku pengen banget bilang BRO PLEASE DO SOMETHING!! jujur imo dia such a loser. meanwhile maria is such an interesting character, independent, guarded, and doesn't want to be defined by her relationship with a man. mungkin istilah cewek bingung bakalan melekat di dia, walaupun dia begitu karena have a trust issue. yang paling bikin aku sakit adalah bagaimana sebuah hubungan bisa terasa begitu berarti bagi seseorang, sementara hidup tetap berjalan dan keadaan terus berubah. sometimes love isn't enough, and sometimes timing really is everything. dan honestly, buku ini lebih banyak bikin aku mikir tentang loneliness daripada romance. tentang bagaimana seseorang bisa punya begitu banyak hal yang ingin dikatakan, tapi memilih diam sampai akhirnya semua yang tersisa cuma penyesalan. the writing is also BEAUTIFUL. ada sesuatu yang melancholic dari cara Sabahattin ali menggambarkan perasaan raif. quiet, intimate, and painfully human. ending-nya... yeah. i'm not okay :))