전체 공개 ・ 07.19 ・ 스포일러 포함

2026.07.18 (Sat)
reading slump so bad it took me MONTHS to finish ONE book [ !!! CONTAINS HEAVY SPOILER !!! ] jujur sebenernya gue gabisa mereview buku (or movies) secara proper, karena memang ga terbiasa dan ga dibiasakan juga sih hehe. jadi INI LEBIH KE REWRITE ATAU RETELLING THE STORY AJA SIH, atau apa ya, pokoknya gue tulis ulang apa yang gue dapet dan gue rasain setelah baca bukunya dah, supaya gue sendiri lebih paham dan bisa inget lama isi bukunya. first of all, alasan gue beli ini novel 1984 sebenarnya karena sebelumnya gue udah baca buku animal farm karya penulis yang sama, dan kalimat ending dari fabel tsb sukses bikin mangap, beneran, litereli. sebagai WNI, satire politik di buku itu kaya NGENA banget. dari situ gue jadi penasaran sama karya blio lainnya yang katanya ga kalah legendaris. novel ini basically bercerita tentang bagaimana sebuah rezim yang mengendalikan masyarakatnya bukan hanya melalui kekerasan, tapi juga melalui bahasa, informasi, sejarah, dan cara mereka berpikir. genre buku ini distopia. jujurly banget gue kurang minat dengan karya apapun yang bergenre distopia, tapi melihat keadaan dunia atau bahkan negara kita tercinta ini, yang lowkey menuju ke arah sana, gue jadi kaya mikir gaada salahnya baca buku yang katanya “bahaya” ini. kenapa bahaya, soalnya gue dulu ke kwitang nyari buku sejenis ini malah dibilang sama penjualnya “adek sukanya bacaan yang bahaya gitu ya” di situ gue kek... ok lanjut, hal yang paling gue notice di awal tuh bagaimana si penulis bangun dunia di tulisannya. atmosfer, lingkungan, dll, semuanya tuh gampang banget dibayangin di kepala gue, bahkan perasaan sesek karena 24/7 dipantau teleskrin tuh kerasa banget. lanjut, the main thing in the book, yaitu konsep big brother dan the party yang mengontrol kebenaran. jujur pertama baca bikin gue merinding banget, kaya, ini kalau kejadian di dunia nyata sangat amat menakutkan. fakta-fakta, karya-karya, bukti-bukti, berita-berita dari masa lalu bisa mereka hapus atau diubah sesuai kepentingan mereka. kalo mereka bilang ini benar, ya benar. AND THE INFAMOUS 2+2=5, kalo mereka bilang 2+2=5, ya itu kebenarannya. sehingga manusia sekarang udah ga punya bukti apapun tentang masa lalu selain yang ada di pikirannya sendiri, itupun kalo mereka conscious kaya si main character. jadi pada dasarnya mereka gapunya pegangan tentang apa yang benar selain apa yang dikehendaki oleh bung besar and partai. lalu ada alat buat mengendalikan kebenaran itu sendiri, yaitu konsep newspeak. gue ngebayangin, dengan kata-kata, frasa, dan istilah sebanyak ini aja orang-orang (termasuk gue) masih kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ada dipikiran mereka, apalagi kalau kata-kata tersebut dihilangkan, dipangkas, dibatasi maknanya seperti di bahasa newspeak. semerinding mentok apa gue ketika baca “that the whole aim of newspeak is to narrow the range of thought, so that’ll make thoughtcrime literally impossible, because there will be no words in which to express it”. chills. untuk bagian menuju klimaks menurut gue cukup lambat sih, tapi kaya padat karena ada detail-detail kecil yang kayanya sepele tapi sebenernya penting (ini pun gue sadari setelah gue re-read). terus menurut gue tuh transisi menuju klimaksnya kayak ga ada atau ga kerasa, ga ada tanda-tanda besar atau apa, terus tiba-tiba BOOM, “we are the dead”, “you are the dead”, kaget BANGET. gue awalnya baca ngantuk banget malah keterusan baca ampe subuh karena ga bisa berhenti. tapi bagian klimaks, di ministry of love, justru agak mengecewakan menurut gue. entah kenapa ekspektasi gue jauh lebih tinggi atas apa yang terjadi di situ, termasuk terhadap karakter o’brien. awalnya gue ga ngerti kenapa ni orang bisa punya dua moral yang bertolak belakang? tapi ini gue yang bloon aja sih, karena baru kemudian gue ngeh ya memang itu inti karakter dia. si o’brien ini tuh literally perwujudan dari “doublethink” itu sendiri. hal lain yang sempat ganjel tuh yang terjadi di ruang 101, yang mana di ruang itu isinya perwujudan ketakutan terbesar setiap orang, dan winston dengan tikusnya itu. ya tau sih dia punya mimpi buruk berkaitan dengan tikus, tapi kaya, dari semua terrible things that happened in his life kenapa tikus jir kaya lucu aja gitu tapi yaudah understandable tikus memang disgusting. dan lagi, sebenarnya bukan tikusnya yang penting, tapi gimana si partai mengetahui dan manfaatin rasa takut winston buat “memperbaiki”nya. sepanjang baca gue selalu berharap winston bakal menjadi pengecualian (gue lah mental pengonsumsi cerita superhero itu), bahwa sebagai main character, dia bakal mempertahankan something inside him sampai akhir, tapi nyatanya..... terjadilah yang paling sulit gue terima yaitu fakta bahwa akhirnya winston benar-benar mencintai bung besar. ga terima karena kaya, bagaimana mungkin seseorang bisa berubah sedrastis itu? “can a system break someone so completely that they willingly embrace the thing they once hated?”. menurut gue kaya, okelah kalo yang lainnya, tapi yang terakhir ini justru gue paling ga ekspek dari winston. but, maybe that’s the thing, semakin dipikirin, semakin ngerasa mungkin memang itu pesan terbesar orwell. bahwa kemenangan rezim tuh bukan karena mereka berhasil membunuh para pikirjahat aja, tapi justru ketika mereka berhasil “memperbaiki” pikiran mereka. ohiya ini awalnya sempat ga ngerti kenapa nursery rhymes, barang-barang antik, dan tempat-tempat tua tuh disebut terus sepanjang cerita. gue kira bakalan ada suatu hal besar yang diungkap atau apa. ternyata semua itu hanya simbol masa lalu, kaya sebagai pengingat si winston bahwa masa lalu yang berbeda tuh emang ada. hal-hal itu kaya melambangkan dunia sebelum partai ‘mengontrol’ masa lalu. tapi akhirnya semuanya dihancurkan oleh partai, yang mana dilambangkan dengan paperweight pecah, kamarnya ternyata jebakan, lagu itu ternyata dihafal o’brien juga, yang artinya partai berhasil mengontrol masa lalu. overall, gue paham kenapa 1984 dianggap sebagai salah satu novel paling influential sepanjang masa. novel ini walaupun FIKSI tapi lebih banyak bagiannya yang justru TERLALU MUNGKIN UNTUK TERJADI di masa depan.