전체 공개 ・ 08.25

2026.08.11 (Tue)
They only wanted to find happiness in the person they once loved, yet they ended up becoming each other’s greatest source of pain. Evonne sebagai FC disini bener-bener kayak ga punya kemampuan bahkan untuk bertahan demi dirinya sendiri. Selain dia harus menjalani pernikahan politik dengan Karloi yang merupakan seorang raja, tetapi Evonne sebagai ratu sama sekali tidak punya power bahkan untuk mengurusi masalah internal kastilnya. Hal yang membuat Karloi sangat membenci Evonne adalah karena dia tidak menyukai ayah Evonne, Duke Deluah. Menurut Karloi Duke Deluah itu orang yang haus dengan kekuasaan, dia bahkan pernah mencelakai Karloi saat kecil. Oleh karena itu, Karloi sangat membenci Deluah dan kebenciannya ini dilampiaskan kepada Evonne. Meskipun begitu Evonne tetap mencintai Karloi sepenuhnya. Dia bahkan menjadi savior-nya Karloi saat mereka kecil, tetapi Evonne tidak bisa menceritakan itu semua karena dia diberi kutukan oleh ayahnya agar dia tidak bisa mengatakan apapun tentang hal itu. Kebencian Karloi ini lah yang nantinya membuat Evonne semakin lama mulai membuatnya membenci Karloi. Dan mereka berdua pun pada akhirnya saling ingin satu sama lain mati. Menurutku manhwa ini bener-bener angst sih. Ini termasuk di jajaran manhwa ter-angst yang pernah aku baca. Setiap chapternya bikin aku emosional dan kerasa sesek banget. Sumpah ini manhwa sangat recommended bagi yang suka disakitin manhwa hehe. Meskipun aku nggak seberapa suka sama artstyle nya tapi ceritanya suka poll, jadi bakal aku re read sih ini. Judul lain : There Were Times When I Wished You Were Dead Genre : Drama - Fantasy - Historical - Psychological - Romance - Tragedy