전체 공개 ・ 08.20

2026.08.17 (Mon)
A young man dreams of becoming a shoemaker, while a woman slowly becomes the muse behind his dream. Film animasi yang simpel ceritanya, tapi indah banget. Animasinya nggak perlu ditanyakan lagi karena diproduksi oleh CoMix Wave Films. Film ini menceritakan Takao, seorang siswa SMA berusia 15 tahun yang bercita-cita menjadi perajin sepatu. Suatu hari, saat mengunjungi sebuah taman ketika hujan, ia tidak sengaja bertemu dengan Yukino, seorang wanita misterius yang jauh lebih tua darinya. Pertemuan itu membuat Takao merasa nyaman, sampai akhirnya ia selalu berharap hujan turun setiap pagi agar bisa bertemu dengan Yukino. Begitu pula dengan Yukino yang sedang berada dalam kesepian dan menemukan sedikit ketenangan melalui pertemuannya dengan Takao. Overall, film ini benar-benar indah. Rasanya adem banget saat menonton karena hampir sepanjang film kita disuguhi pemandangan hujan, taman yang hijau, dan suasana yang tenang. Ceritanya memang sederhana, tetapi justru kesederhanaan itu yang membuat filmnya terasa intim dan menenangkan. Namun, ada satu hal yang cukup menggangguku: age gap mereka. Takao masih 15 tahun, sementara Yukino berusia 27 tahun. Seindah apa pun hubungan mereka digambarkan, tetap terasa problematik karena melibatkan seseorang yang masih di bawah umur. Jadi, meskipun The Garden of Words berhasil menjadi film yang cantik secara visual dan atmosfer, hubungan Takao dan Yukino justru menjadi bagian yang membuatku agak sulit menikmati ceritanya sepenuhnya. Judul lain: The Garden of Words
A faint clap of thunder. Even if rain comes or not. I will stay here. Together with you.
Takao