
앱에서 친구를 팔로우하고 소식을 받아보세요!
QR 코드를 스캔해보세요
전체 공개 ・ 06.17

2026.05.30 (Sat)
“Daripada hidup di masa lalu, kita perlu fokus melakukan segala yang kita bisa sekarang.” seperti judulnya “one litre of tears” kisah yang sangat menguras air mata, apalagi saat tahu kalau ini based on true story. Aya, seorang siswi berusia 15 tahun yang baru memulai kehidupannya. ia sangat aktif di tim basket disekolahnya. tiba-tiba dihantam oleh kenyataan bahwa dia menderita penyakit yang membuatnya kehilangan kontrol atas tubuhnya karena penurunan pada syarafnya. hal itu membuatnya semakin kesulitan beraktivitas. ia berusaha menerima kenyataan pahit yang ia alami dan berjuang untuk menjalani hidupnya walau harus mengubur mimpinya dan harapannya di masa depan. dan dia selalu mencatat apa saja yang terjadi padanya dalam buku hariannya sebelum semua syaraf pada tubuhnya melemah. yang bikin sedih bukan hanya karena dia sakit, tapi juga proses bagaimana dia menerima yang terjadi padanya dan bagaimana dia berusaha keras selama rehabilitasi dan bagaimana dia membuat hidupnya bermakna. “I think it's taken me at least 1 litre of tears to get to the point where I could say all of this with a smile on my face.” – Aya