전체 공개 ・ 2025.08.24

Thumbnail image

2024.01.17 (Wed)

Belum pernah rasanya aku seattached ini sama buku historical fiction. Buku ini adalah buku Mami Ruta pertama yang aku baca dan aku langsung jatuh cinta. Definisi love at the first sigh. I'm head over heels for this book, really. Buku ini sendiri udah aku beli cukup lama, tapi belum sempat aku baca. Bahkan ketika aku sedang mencari buku dengan tema Perang Dunia juga, aku lupa dengan keberadaan buku ini. Tapi karena aku ikut salah satu reading challenge, pacarku mengingatkan aku dengan buku ini. Satu kata SERU. BENAR-BENAR SERU. Aku bingung harus menggambarkan dan menceritakan buku ini seperti apa karena aku rasa kalimat sederhanya yang aku punya nggak bisa menggambarkan segimana bagusnya buku ini menurutku. Kalau biasanya sebuah buku akan berganti sudut pandang ketika bab-nya berganti, justru buku ini rasanya berganti sudut pandang setiap kali kita pindah halaman. Buku ini sendiri ada empat sudut pandang, Florian, Joana, Emilia dan Alfred. Di mana keempat orang ini menyimpan rahasianya masing-masing yang membuat aku terbengong-bengong. Buku ini juga berhasil bikin aku patah hati, apalagi waktu kepergian Inggrid, Emilia dan Opi Heinz, rasanya aku ingin menangis. Selama baca buku ini juga aku seperti belajar sejarah, diajak jalan-jalan ke daerah-daerah sebelum terjadi perubahan wilayah. Aku juga jadi tahu peristiwa tenggelamnya kapal Wilhelm Gustloff yang jauh lebih menyayat hati dibanding dengan tenggelamnya kapal Titanic dan atau Lusitania (yang baru aku tau dari buku ini) yang kisahnya lebih mendunia. Kutipan, "para penyintas bukanlah saksi yang sesungguhnya. Para saksi sesungguhnya, yang tahu kebenaran yang tak terungkapkan, adalah orang-orang yang tenggelam, mati, dan menghilang," memang benar adanya, seolah bisa menggambarkan para korban perang saat itu. Semua kejadian yang ada di dalam buku ini adalah kejadian-kejadian yang sebenarnya terjadi, kecuali tokoh-tokohnya yang fiksi. Ruang Amber, Operasi Hannibal dan Wilhelm Gustloff sendiri adalah hal yang nyata ada dan terjadi saat itu. Selain keseruan belajar sejarahnya, aku dibuat greget maksimal sama interaksi Florian dan Joana. Mereka berdua adalah penggambaran kisah yang manis, menurutku. Sukses besar bikin aku senyum-senyum sendiri diantara ketegangan-ketegangan yang ada di buku ini. Kalau boleh aku bilang, buku ini sangat worth to read and worth to buy. Sepertinya aku akan terjun bebas sama buku historical fiction dan buku-buku Mami Ruta Sepetys yang lainnya.

Para penyintas bukanlah saksi yang sesungguhnya. Para saksi sesungguhnya, yang tahu kebenaran yang tak terungkapkan, adalah orang-orang yang tenggelam, mati, dan menghilang.

QR 코드

앱에서 친구를 팔로우하고 소식을 받아보세요!

QR 코드를 스캔해보세요