
앱에서 친구를 팔로우하고 소식을 받아보세요!
QR 코드를 스캔해보세요

앱에서 친구를 팔로우하고 소식을 받아보세요!
QR 코드를 스캔해보세요
전체 공개 ・ 04.18

2026.04.11 (Sat)
Dengan film ini, Wregas semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sutradara Indonesia terbaik versiku. Nggak mau banyak komentar, tapi selain jajaran cast-nya yang menarik, film ini sukses bikin aku penasaran setengah mati untuk segera menontonnya, bahkan tanpa duduk di kursi dengan view terbaik sekalipun. "Para Perasuk" berhasil memperkenalkan budaya perasuk dan pelamun di Desa Latas, yang punya tradisi pesta sambetan, di mana warga justru menikmati momen saat dirasuki roh spiritual hewan. Rasanya agak seperti "Shaman King", dan kebetulan aku memang suka banget anime itu. Film ini meramu folklore Indonesia dengan sangat ciamik lewat alur cerita yang tersusun rapi dari awal sampai akhir, dipadukan dengan mantra dan scoring yang terasa digarap dengan penuh niat (walaupun aku juga nggak yakin soal akurasi budayanya hehe). Hasilnya, ini jadi salah satu film Indonesia favoritku tahun ini. Visual-visual absurd yang ditampilkan juga bukan sekadar gimmick komedi, tapi lebih ke representasi alam bawah sadar yang dikemas dengan menarik, tanpa harus mengandalkan rasa takut seperti film horor Indonesia pada umumnya. Mungkin yang sedikit mengganggu adalah beberapa dialog yang terasa agak janggal, terutama yang diucapkan oleh Anggun. Tapi ya, mengingat ini bukan ranah utamanya, kehadirannya tetap memberi warna tersendiri bagi film ini. Overall, a very weird yet refreshing experience. Aku jadi makin penasaran untuk memahami lebih dalam soal budaya kerasukan ini. Terima kasih Wregas sudah membawa "Levitating" ini ke Sundance dan memperkenalkannya ke dunia, semoga ke depannya bisa mendapat lebih banyak perhatian di kancah internasional.