spoiler foto foto yang next akan ku post di first.
rasanya sidang skripsi itu campur aduk. setiap aku melakukan langkah yang besar aku itu selalu mikir kemungkinan terburuk dulu (entah kenapa, mungkin karena tontonanku sedari dulu dan ayah ibuku ngajarinnya kuga begitu?) jadi langkahku itu berjalan dengan selalu mengupayakan supaya “hal buruk itu” tidak terjadi. ibarat kalau udah tahu lobang yang bisa bikin jatoh, ya lewatlah jalan lain. begitu.
tapi entah kenapa dilanglah besarku ini, aku mengambil langkah yang lain. langkah yang aku tutup mata dengan lobang lobang itu. kenapa? karena ya… selama ini teman teman di sekitarku bilangnya begitu, ayi, syifa, anisa, bahkan fada. “jangan mikirin hal buruk nanti kejadian beneran loh. pikirin hal baik baik aja, positive thinking”
maka, ku praktikan ucapan mereka di langkahku yang besar ini. di hari besarku ini. selama seminggu aku positive thinking. waktu ditanya “deg degan ga?”, jawabannya “lumayan” karena deg degannya hanya khusus untuk diriku sendiri karena khawatir aku akan ngomong belibet dikala aku lagi sakit gigi, begini. jujur aja selama seminggu aku minim banget deg degan over thinking mikirin dosen. aku yakin dosenku baik, ramah, dan seperti bapak ibu peri. aku yakin mereka tidak akan jahat sama aku.
dan hari ini, aku sadar bahwa setiap kepositifan thinking dan mantra mantra baik itu emang tidak bisa berlaku untuk semua orang, termasuk aku. aku terjebak dengan mantra mantra baik, itu. HAHAHA. Begitulah gais, setiap orang punya caranya masing masing, dan aku punya caraku sendiri untuk melakukan apa yang terbaik. Itu semakin membuat aku sadar kalau, gausah dengerin apa kata orang, karena yang tau diri kita sendiri ya… diri kita sendiri. HAHAHAHA
Dengan cinta,
- Renata