gila sih ini mimpi.
jadi ceritanya aku jadi project manager gitu di suatu kantor (penerbit jg tapi bukan bentang) ibarat kata kalo dibentang di posisinya mba ana lah (udah punya anak buah gt). terus disitu aku tipe orang yg kaya (kaluna di home sweet loan - rajin, megang anak inten, tegas).
terus suatu hari aku lagi enak2 di kantor aku pulang terus, tetangga rumahku tu pda renov rumah karena rumahnya pda pengen kaya punya aku. trus aku lihat bapakku pakai baju kuning, gendong tas selempang, ponggirnya kerut2. gatau knp itu jadi fashionable bgt deh.
singkat cerita, aku adekku, ibukku, budeku, dan zea (ponakanku) pergi ke pantai. kita lihat di pojok pantai itu sepi terus aku lari kesana. aku pakai baju coklat, terus aku lari-lari sampe aku nyebur ke pantai. rasanya kaya enak dan seger banget. terus aku lari semakin jauh. pas ada ombak datang aku lari ke tepi, dan kena ombak pantai.
disana aku ngumpulin kerang. terus ibukku beli kaya merch gitu banyak, salah satunya ada yg buat buku leather gitu. habis dari pantai kami pulang. sudah basah kuyup itu. entah kenapa layout rumahku masih kaya jaman dulu. aku datang masuk rumah lewat dapur, dan lihat ada anak kecil. dia nyamperin.
tapi aku ga peduli, dan aku masuk kedalam rumah, lalu jalan ke depan, dan aku nyampe tetangga yg baru renov tadi. tiba tiba orang mirip mbak intan (tapi bukan mbak intan) nyamperin aku ngasih aku 2 project buku. satu bukunya pras teguh, dia mau cover warna hijau army (yang entah kenapa di mimpiku aku nyebutnya hijau sage), dalemnya biru soft dan kuning. sama satu lagi aku lupa. terus aku bilang oke. disana aku dapat kabar kalau kak abi pulang, rambutnya dipotong semua dan dia kaya botak, dia juga kerja di imokay sama acab.
perasaanku campur aduk.
aku kemudian pergi ke toko kaya toko, entah kaya penjait atau pembuat dummy atau apa, tapi tokonya kecil. kaya sepetak ruko, kaya sepetak, warung. yang jual kakek2. ada bayak sampel di depan. aku bilang “saya mau hijau seperti ini untuk buku” dia bilang oke. aku senyum dan pas balik badan aku udah liat ada kak abi. aku nggak sapa. aku pura pura nggak kenal, begitu juga dia. kami bingung.
tapi ada acab datang dan ps aku pergi, acab bilang “kenapa ga di sapa? itu renata kan?” terus kak abi bilang “iya”
aku masuk ke kantor, hari itu aku pakai baju hijau army (tapi entah kenapa di mimpiku aku sebut hijau sage) mejaku itu rapi. di pojok kanan meja ada map isinya dokumen anak intern dan project yang lain. karena krakterku di mimpi kaya kaluna (aku kaku, dan rajin, dan idealis) aku kerja kerja aja. meja sebelahku namanya rizky. aku kerja dengan memberi tugas anak2 intern. lalu kerja, kerja, kerja.
singkat cerita, aku balik lagi ke toko dummy itu dan aku ketemu kak abi lagi. kali ini dia sendiri. dia tanya “lagi buat buku?”,
aku tersenyum dan bilang “iya, ini bukunya pras teguh”. terus aku jelasin kalau covernya hijau army (yang entah kenapa di mimpiku aku bilangnya hijau army adalah hijau sage)
dia bilang “aku suka pras teguh, boleh nggak aku yg pegang bukunya?”
kataku “boleh”
bukunya lalu dipegang kak abi. aku pulang dengan dia. dia cerita kalau dia kerja di imokay, dia kerja di jogja, dan dia sendirian di jogja. beberapa kali dia ketemu anisa dan kak sesil di zakwoow. sepanjang perjalanan itu kami bercerita terus, lalu tibalah kami di imokay (kantornya kak abi). karena kak abi kerjanya live, aku ikut masuk dan sepi. disana kami cerita2 lagi. disana ada acab ternyata lagi tidur di kasur, terus kak abi bergabung sambil nonton tv tabung. diajaknya aku bergabung. aku nurut aja.
acab tidur dan kak abi liatin itu lekat banget, aku lihat, mereka di sampingku. kak abi di tengah. lalu acab bangun dan merangkul lengan kak abi. poni dan rambunya berantakan diacak kak abi. aku mengalihkan pandanganku ke tv. “aku nggak pernah sedekat ini sama acab” batinku. rasanya ingin menangis. kami cerita ini dan itu, cerita kalau kak abi potong rambut, pulang dari jakarta. dan berakhir di imokay. lalu aku nggak sanggup aku berdiri. “aku pulang”
kak abi kaget ikut bangun dari sandarannya dengan acab. kak abi menatap aku dan bilang “kenapa pulang? disini aja” seperti wataknya benar benar suka memaksa.
“gapapa aku pulang” kataku tenang.
terus, dia bilang disini aja. kita lakuin itu. sialan. apa maksudnya? jadi dia udah mulai melakukan sex dengan acab? nggak sudi aku. aku tanpa bicara terus pergi. aku emosi dan nggak mau. OGAH! NAJIS!
aku pulang, dan balik2 aku ketemu teman kantorku. rizky dia bilang “anak internmu ada yg mau bimbingan” (rilll di dalam mimpi aku kaya dosen tapi aku kerja di penerbit anyway) “mereka cari jadwal ku suruh buka jadwal di meja kerjamu”
sialann si rizky! mentang mentang aku rajin, terus jadwalku terstruktur, dia seenak jidat buka buka dokumenku. aku cek ke kantor, dan benar. dokumenku udah di buka2 dan ada tulisan jadwal bimbingan. dia tau aku kosong pukul 02.50-03.50.
di depanku udah ada anak intern mau bimbingan. pantas saja aku ketemu kak abi di toko dummy. jam jam segitu aku memang ngecek kerjaanku yang ada diluar. aku lalu pergi ke toko dummy lagi. persetan anak yang mau bimbingan.
dan begitu sampai, tanpa sepengerahuanku kak abi udah ubah lagi keinginan pras teguh supaya bukunya warna hijau army (yang entah kenapa di mimpiku itu aku nyebutnya hijau sage)
aku akan balas dendam.
setelah beberapa waktu, bukunya jadi. diantar ke kantorku. pakai truk warna putih. anehnya itu barengan sama datangnya kak abi. dia sama acab. acab masih pegang lengan kak abi (kaya koala aja). terus aku senyum ke kak abi. “inget kak ga dance kita? besok disini ada pesta” lalu aku rangkul lengan kak abi, aku dansa, dengan acab disampingnya. jadi acab itu nempel2 di lengan kak abi kaya koala. jadinya kita dansa ber3 lalu pas dansa itu kak abi juga bingung. aku bilang “kau ubah bukunya pas teguh jadi warna biru. padahal dia inginnya warna hijau army (yang tengah kenapa di mimpiku aku nyebutnya hijau sage).
dia kaget dan bilang “aku pikir kamu kasih ke aku karena kamu percaya sama aku”
aku bangun dari mimpiku.
“jangan mimpi goblok”