"but religion plays such a big role in here, ya?"
"makannya.."
"makannya apa?"
"there's no place for us here."
that dialogue made me decide to watch this movie ((disilaukan fakta seterang ini)). this movie is less about romance and more about loneliness imo. lewat gia, indri, and ci surya, kita dikasih tiga bentuk cinta yang berbeda: cinta yang ingin dipertahankan, dikejar, sampai cinta yang ternyata penuh luka.
kisah gia & naomi probably yang paling bikin aku "oh..." karena relate sama aku wkwk. mereka masih saling sayang, tapi ternyata love isn't always enough. ada realita, lingkungan, dan keadaan yang bikin dua orang yang saling mencintai tetap nggak bisa bersama. kalau kata orang orang sih "kita punya cinta tapi dunia punya norma".
sementara indri punya cerita yang lebih complicated. she wants a better life, and she sees love as one of the ways to get there. tapi makin lama, dia sadar kalau mendapatkan kehidupan yang terlihat lebih baik doesn't automatically make you happy.
and ci surya... her story hurts in a different way. she's not looking for a new love, she's looking for answers. setelah suaminya meninggal dan dia menemukan sisi lain dari hidup suaminya, she starts questioning everything she thought she knew about their marriage. sakitnya tuh bukan yang meledak-ledak, lebih ke quiet kind of pain.
i love how the movie doesn't romanticize love. ngga semua orang yang saling mencintai bisa bersama, ngga semua cinta berakhir bahagia, and sometimes the person we love can become a stranger.
jakarta di film ini juga terasa kayak bagian dari ceritanya, ramai, penuh cahaya, but somehow lonely.
overall, i really enjoyed this movie. it's sad, quiet, and kinda bittersweet. bukan tentang siapa yang mendapatkan cinta atau siapa yang kehilangan, but what's left of us after love is gone :DD