전체 공개 ・ 08.02
2026.08.01 (Sat)
Sial sekali ketika laki-laki pintar, dominan, dan punya value memiliki pasangan yang cenderung mudah di atur. Dan ketika pasangan tersebut mulai ketularan menjadi pintar dan punya value cenderung dibatasi oleh dominasi laki-laki. Dan ketika perempuan meninggalkan laki-laki yang mendominasi dirinya, perempuan dianggap ga bersyukur, atau orang-orang menyayangkan hubungan mereka. “Sayang sekali padahal dia pintar”, “Sayang sekali padahal dia punya mimpi”, “Sayang sekali kamu meninggalkan dia, karena dia punya masa depan.” Pertanyaanku, memangnya perempuan nggak boleh punya mimpi sendiri? Coba kalo posisinya dibalik, perempuan yang pintar, dominan, dan punya value. Laki-laki akan ketularan pintar dan makin mendorong dirinya untuk punya value, atau malah akan insecure? Kalo posisinya laki-laki meninggalkan perempuan karena perempuan mendominasi, kira-kira, orang-orang akan ngomong apa? “Emang iya sih, untung kamu tinggalin”, “Kamu pantas dapat yang lebih baik”, “Dia emang lebih fokus sama dirinya sendiri sih, nggak perhatian sama kamu. Jadi wajar aja kamu ninggalin dia” Dan sayangnya, dunia masih didominasi oleh pemikiran laki-laki. Kesetaraan itu belum ada.