Dengarkan aku, kalau nanti hidup membawamu ke tempat yang jauh, aku harap kamu selalu baik-baik saja. Aku harap kamu dikelilingi oleh orang-orang yang menjagamu sebaik aku ingin menjagamu. Kita mungkin tak pernah tahu ke mana hidup akan membawa perjalanan ini, tapi aku ingin tetap bersamamu di setiap persimpangan. Aku ingin kita bersama bukan hanya untuk hari ini, tapi sampai nanti—sampai di tempat yang bahkan tak bisa dijangkau oleh usia.
Denganmu, aku hidup.
Dan jika esok aku terlahir kembali, semoga semesta membiarkanku jatuh cinta padamu lagi—tanpa ragu, tanpa jeda. Karena kamu adalah doa yang selalu kupanjatkan, dengan “Amin Paling Serius” yang pernah aku bisikkan kepada langit.