tea.'s
점수 분석
0
0.7≤
0
~1.2
0
~1.7
0
~2.2
0
~2.7
1
~3.2
0
~3.7
2
~4.2
1
~4.7
0
≤4.8
4.3~4.7
3.8~4.2
2.8~3.2
Dengarkan aku, kalau nanti hidup membawamu ke tempat yang jauh, aku harap kamu selalu baik-baik saja. Aku harap kamu dikelilingi oleh orang-orang yang menjagamu sebaik aku ingin menjagamu. Kita mungkin tak pernah tahu ke mana hidup akan membawa perjalanan ini, tapi aku ingin tetap bersamamu di setiap persimpangan. Aku ingin kita bersama bukan hanya untuk hari ini, tapi sampai nanti—sampai di tempat yang bahkan tak bisa dijangkau oleh usia. Denganmu, aku hidup. Dan jika esok aku terlahir kembali, semoga semesta membiarkanku jatuh cinta padamu lagi—tanpa ragu, tanpa jeda. Karena kamu adalah doa yang selalu kupanjatkan, dengan “Amin Paling Serius” yang pernah aku bisikkan kepada langit.
0
Aku gak bisa berkata-kata setelah selesai membaca novel ini karena yang sekarang aku rasakan adalah perasaan lega begitu pun senang karena akhirnya mereka memilih jalan terbaik yang digariskan Tuhan. Mereka saling melengkapi dan menyembuhkan satu sama lain. Aku bangga dengan kisah ini. Sejujurnya kisah yang mendekati topik mental seperti ini adalah salah satu dari sekian topik yang sangat aku sukai. Ini membuat aku lebih aware terhadap mental. Membaca kisah mereka membuat aku memiliki rasa empati yang begitu tinggi dan ingin memeluknya satu persatu. Dengan gaya bahasa yang cantik, aku terbawa suasana oleh kejadian runtut yang terjadi kepada Bree. Aku turut sedih bila aku ada di dekat Bree. Beruntungnya, Bree memiliki satu alasan mengapa ia harus tetap selalu hidup. Demi apapun jika aku berada di posisi Rei mungkin aku akan memikirkan dan melakukan hal yang seperti dia. Karena untuk apa terus hidup jika kita saja tau bahwa sebentar lagi akan mati daripada harus ditunda dengan pengobatan? Rie, aku sangat bangga padamu. Hiduplah lebih lama dan lebih bahagia. Banyak orang yang sayang padamu termasuk aku sebagai pembaca kisahmu. Aku menghighlight dari kisah ini adalah jika kamu merasa sendiri, lihat sekitar. Jauh dari pemikiran yang kamu tau, di luar sana akan banyak yang mencintaimu jika kamu mau membuka diri kepada mereka. Kamu tidak sendirian. Cobalah untuk lebih sayang pada dirimu sendiri dan jujur terhadap dirimu sendiri.
0
Aku beritahu kenapa aku memutuskan untuk membaca novel ini itu karena cover dan tagline yang bisa dibaca disana. "Kamu boleh saja lari dari kenyataan, tapi tidak dariku." Wow. Aku penasaran saja apa yang sudah dilakukan sampai seseorang bisa berkata seperti itu dan seperti menaruh jejaknya agar mereka tidak bisa lari darinya. Setelah membaca prolognya aku menerka tentang sesuatu yang mungkin saja terjadi dan benar saja semua terjawab saat aku membaca halaman terakhir. Karena hal itu pun aku mewanti diri sendiri untuk mawas terhadap para karakter. Dari keseluruhannya aku menilai bahwa cerita ini menjelaskan arti dari "Apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai." Jelas hal ini berkaitan dengan kalimat di taglinenya. Galih kira, setelah lamanya kejadian itu terjadi hidupnya akan tenang saja tapi tidak. Semua hal tidak baik-baik saja sampai dia mengakui kesalahan dan menerima maaf dari orang yang telah disakitinya. Tidak bohong, andai saja Galih tidak terlibat dalam keburukan itu mungkin aku akan menyukainya. Kisah Galih dan Roya yang bittersweet membuat aku sedikit terhibur sebelum mempersiapkan diri mengetahui kesalahan yang harus Galih pertanggungjawabkan dari perbuatannya di masa lalu. Dan, menurutku ending dari cerita ini adalah ending yang realistis dari keduanya baik Roya ataupun Galih.
0
Aku suka dengan judul buku ini yang menurutku menarik dengan nama font. Aku pikir isi dari buku ini akan banyak membahas tentang font namun ternyata tidak. Secara garis besar, buku ini mengajarkan aku tentang memaafkan sebuah kesalahan dan penerimaan takdir. Tokoh yang kuat dari keduanya pun membuat aku puas membaca kisah mereka. Satu sama lain yang saling membantu dan membutuhkan membuat aku yakin bahwasanya manusia adalah makhluk sosial. Seindividual apapun, sejatinya manusia membutuhkan orang lain untuk membantu. Selain itu, aku bangga dengan mereka yang masing-masing bertumbuh dan berkembang di jalannya. Mereka yang fokus dengan mimpi dan tujuan hidup yang sudah mereka labeli untuk dicapai. Dan pada saat semua mimpi itu tercapai, aku turut bangga. Walaupun ada beberapa mimpi yang terlalu memaksakan kehendak tapi disitu lah proses penerimaan diri yang aku suka dari tokoh Helvetica. Kemauan yang besar dari sendiri juga menjadi salah satu modal penting agar mimpi kita tercapai. Dari tokoh Arial, aku mengerti bahwa tidak semua orang dengan mudah menerima takdir hidupnya. Beruntung sekali Arial memiliki orang terkasih di sampingnya dan sosok Kak Ana yang selalu mendapingi dan mengerti Arial.
0